Seribu macam khawatir.
Khawatir kau meninggalkanku. Khawatir kau bertemu yang lebih baik dariku. Khawatir kau kenapa-kenapa. Khawatir kau sakit. Khawatir kau butuh sesuatu. Khawatir kau menangis. Khawatir kau takut. Khawatir kau kesepian. Khawatir kau lelah. Khawatir kau terluka. Khawatir kau butuh seseorang, tapi aku sedang tak bisa ada untukmu. Khawatir kau merindukan ibumu tapi aku tak ada saat itu. Dan perasaan khawatir lainnya.
Wajarkah?
Aku tak ingin kau merasakan perasaan tak enak. Aku hanya ingin kau merasakan perasaan senang, walau aku tahu, perasaan buruk tak pernah bisa dihindari. Setidaknya, aku ada saat kau bad feeling.
Aku ingin ikut merasakan. Aku ingin ikut menangis bersamamu. Karena saat itu terjadi, aku hanya ingin memelukmu, dan ingin kukatakan padamu, ada aku di sisimu. Andalkan aku jika kau butuh sesuatu. Aku akan melakukan semampuku supaya kau merasa lebih baik. Apapun itu. Aku hanya tak ingin kau merasakannya sendiri. Sanking aku tak mau, aku menangis karena aku tak mau kau terluka, padahal hal itu belum terjadi.
Aku hanya ingin masuk ke duniamu, yang dimana disitu aku berguna untukmu, bukan hanya jadi figura atau patung tersenyum. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang membuatmu merasa lebih baik walaupun kau berkata senyumku mampu membuatmu ikut tersenyum. Dan kau tahu? Disaat itu aku merasa aku lebih buruk dari siapapun.
I know this feeling. Aku cuma tahu bagaimana cara menyayangi. Yang membuatku akhirnya tersiksa jika aku tidak bisa melakukan apa-apa.