Kamis, 02 November 2017

Tak Yakin Lagi

Aku sempat yakin. Yakin seyakin yakinnya. Saat itu, aku yakin padamu. Aku percaya. Aku menaruh harapan padamu karena kau meyakinkan aku.

Bahkan aku ingat sampai sekarang bagaimana usahamu meyakinkanku.

Tapi, sekarang, kau seolah-olah tak pernah meyakinkanku. Kau tak pernah berucap. Kau tak pernah berjanji.

Aku bukan mengharapkan materi. Aku mengharapkan kebahagian, yang saat itu kau yakinkan aku jika kau akan bahagiakan aku.

Aku, sulit percaya.
Sulit yakin.
Sulit berharap.
Hatiku sudah ngilu.
Kau bekukan lagi.
Sampai ia tak bisa merasa apa-apa.

Selasa, 03 Oktober 2017

Aku..

Aku patah.

Aku tahu, seharusnya aku tak patah.
Aku tahu, dewasa bukanlah pilihan. Tetapi jalan meraih tujuan.

Jika menjadi dewasa harus menghilangkan suatu kebiasaan, aku tahu, itu mutlak keharusan.

Aku tak mau bicara kehilangan.
Karena kata kehilangan sudah cukup sakit dari rasa kehilangan itu sendiri.

Tapi, apa aku boleh menentang dengan egois?

Kalau boleh, aku ingin berkata.
Kenapa memulainya dari awal jika akan berujung seperti ini?

Sekali lagi,
Aku tahu,
Dewasa adalah jalan meraih tujuan.