Jumat, 15 Agustus 2014

Masa lalu.

Hai kamu... Sama seperti dulu, saat kau memutuskan tetap pergi dan aku masih mempertahankan. 
Ada ruang kosong yang telah terisi penuh olehmu dihatiku. 

Kau tahu? Disaat aku tak terbiasa dengan ketidakhadiranmu dihidupku, aku berjuang mati-matian untuk menahan. Cara ababil kulakukan saat itu untuk menunjukkan kepadamu bahwa aku masih amat sangat menyayangimu. Kau tahu berapa malam aku selalu meneteskan air mataku untuk menahan rasa rindu kepadamu? Rasanya sakit. Amat sangat sakit. Bahkan kurasa kata-kata dan air mataku tak sanggup lagi menggambarkannya. Kau pergi. Tinggalkan aku sendirian. Aku sangat hancur. Aku berusaha bangkit. Tapi tidak bisa. Berkali-kali aku terjatuh lagi. Karena rasa sayang itu terlalu besar. Membuatku ingin menghilang. 

Kau bersamanya. Membuatku lumpuh. Kau tahu aku masih menyayangimu. Tapi kau tetap pergi. Tinggalkan aku sendirian. Kau tidak lagi menghapus air mataku. Kau tidak lagi mengerti aku. Kau tidak lagi menyayangiku. Yang waktu itu kasih sayangmu kau berikan kepadanya. Membuatku sangat terluka. Sekian lama kuhabiskan waktuku untuk menangisimu. Meratapi kepergianmu, karena aku memang tidak bisa ditinggalkan orang yang paling mengerti aku. 

7 bulan kita lewati waktu bersama. Kau tahu semua tentangku, begitupun aku tahu semua tentangmu. 

Disaat terakhir, aku egois. Aku mulai memikirkan diriku sendiri, dan itu membuatmu muak. 

Lalu kau pergi. Dan tak pernah kembali. Baru kusadari, dirimulah yang paling mengerti aku. Dirimulah yang selalu memperhatikan setiap tindakan kecil yang kulakukan. Kau tahu apa yang kumau. Kau tahu jika aku tidak bisa dibuat marah. Kau tahu aku anak yang manja. Kau tahu semuanya. Tak ada yang bisa menyamaimu sampai sekarang. 

Kenapa kau susah sekali dilupakan? 

Aku masih ingat ketulusan hatimu, bahkan merasakannya sampai sekarang. 

Bodohnya aku, aku baru menyadarinya setelah kau pergi. Setelah kau sudah tak lagi mau kembali, aku baru sadar.. Kau dulu begitu menyayangi aku. Kau beri aku perhatian dan kasih sayang yang penuh. Kau manjakan aku dengan segala kata manismu. Kau tahu apa yang harus kau lakukan disaat aku tak bisa tersenyum kepadamu. Kau tahu cara terbaik membujukku menuruti kata-katamu. Kau tahu... Aaarrggghhh!!!!! Membuka luka lama.

Sekian lama kita tidak bertemu. Berapa tahun? Dua? Tiga? Aku selalu menetapkanmu di ruang kosong itu. Tidak pernah berubah. Aku hanya mengingatmu disaatku tak sengaja melihat foto masa kecilmu. Aku selalu menyibukkan diri dengan bermain. Dengan begitu aku bisa melupakanmu. Dari fikiranku, bukan hatiku. Bahkan aku sampai menetapkan seseorang lagi dihati ini. 

Tapi, kali pertama kita dipertemukan kembali setelah sangat lama tidak bertemu, kau kembali menguasai hatiku. Kau ambil alih fikiranku. Kau membuatku tak henti memandangmu. Kau yang dulu sangat kusayangi, kau yang dulu mau berbagi kasih sayang denganku. Kini telah mencapai salah satu keinginanmu. Karena keinginanmu inilah kita bertemu kembali. Aku gugup, saat dia memaksaku untuk mendekatimu, tanganku bergetar. Aku selalu memandang arah lain supaya wajah pucat dan kegugupanku tidak terlihat olehmu. 

Aku memberi selamat. Aku menatap matamu. Mata nakal yang selalu kau tujukan kepadaku, dulu. Kini aku menatapnya. Kau sudah dewasa sekarang. Kau berbeda sekali dengan yang dulu fi. Dulu kau sangat kekanakan. Tetapi sekarang, setelah aku lihat fotomu di socmed, kukira kau sama saja seperti dulu, ternyata aku salah. Aku melihatmu seperti seseorang yang diselimuti kedewasaan. 

Kau..... Aku merindukanmu! Sangat merindukanmu. Dan aku berharap, semoga kau tak lihat postingan ini. Biarlah kau tetap ada dalam setiap doaku, fikiran dan hatiku. Mungkin, aku hanya butuh waktu lagi untuk bangkit (lagi). Aku yakin aku bisa bangkit. Karena aku tahu, sekarang kau sudah bahagia. Dan saatnya sekarang, aku mencari kebahagiaanku sendiri. Terima kasih atas semua pengalaman hidup berharga yang kau bagi bersamaku. Tanpamu mungkin aku tidak bisa belajar untuk dewasa, karena untuk menjalani hidup kedepan kita harus belajar dari masa lalu. Thanks for give me love, hug and smile. Semoga kita bisa seperti dulu, sebelum kita mempunyai hubungan khusus. Missyou! 

Rabu, 25 Juni 2014

Pahlawan ke-2 Part II

Haaaai selamat malam!;;)
Malem ini gue mau bagi cerita tentang ayah gue lagi nih.. Hem mulai darimana yaah?
Oh ya, nyambung cerita yang gue post beberapa hari yang lalu aja deh ya yang judulnya Pahlawan ke-2 Part I.
Hem dari sekian banyak lelaki di dunia ini, lelaki mana yang bisa bikin kalian nyaman di dekatnya? Kalo gue sih galain dan gabukan, ya Ayah..
Ayah? Gue kangen ayah!!!
Ayah itu, orang yang pekerja keras, walaupun dia orang yang inget waktu kalo lagi kerja tapi dia itu orang yang lumayan masa bodo dengan kesehatan. Dari gue lahir, ayah itu orang yang cuek tapi peduli sama gue. Tapi gatau kalo sama saudara gue yang lain. Setahun sebelum emak gue ngandung gue ayah udah sakit diabetes. Sampe sekarang diusia gue ke 16 menuju 17 ini ayah masih sakit... Bahkan tambah parah.
Bertubi-tubi penyakit datang dan pergi ke tubuh ayah, tapi ayah tuh punya semangat hidup yang tinggi!
Gue salut sama ayah, ketika dia gabisa ngapa-ngapain buat duduk aja susah, ingatannya mulai kabur karena sakit yang diderita, ngomongnya yang mulai susah, dia masih inget dan masih mau berdiri buat Sholat dan baca Al-Qur'an.
Gue ngeliatnya tuh salut, mungkin kalo gue nih ya bakal tidur sepanjangan hari gegara pusinglah, lemeslah, sakitlah.. Kalo ayah malah semangat buat tetep jalanin ibadah. Ada suatu ketika ayah pertama kali ngalamin sakit yang bener-bener parah sampe dibawa kerumah sakit, kalo gasalah itu sakitnya penyumbatan pembuluh otak. Itu buat ingatan ayah kabur, cara ngomong ayah susah, dan bergerakpun sulit. Dan lebih parahnya lagi itutu beberapa hari menjelang ulang tahun gue!
Tau ga rasanya gimana? Sakit...
Itu gasalah hari kamis, gue lagi di skolah dan pada jam terakhir pelajaran matematika. Gue udah siap banget belajar, mumpung otak lagi mau diajak kerja sama dan mood lagi bagus gue gunain untuk belajar serius. Ketika gurunya masuk tiba-tiba gue nerima sms gitu dari ponakan gue yang isinya... Kalo ayah masuk rumah sakit.
Lo bayangin ga sih? Gue pergi skolah dengan keadaan rumah tuh baik-baik aja, ayah sama emak gue tuh sehat-sehat aja. Tiba-tiba siangnya gue dapet kabar itu dan bikin gue hancur berkeping-keping. Tau ga? Itu sakit yang ayah derita pertama kali dilihat dan dialamin ketika adanya gue dihidupnya.. Maksudnya seumur hidup gue, gue gapernah ngeliat ayah sakit sampe segitunya. Disitu gue drop banget. Gue gabisa nahan air mata. Gue nangis sambil nutup mulut gue pake tangan supaya ga kedengeran sama anak kelas dan guru gue. Selama pelajaran gue nunduk doang! Temen sebangku gue cuma bisa nyabarin gue, dan temen yang duduk di belakang gue juga cuma bisa nanya kenapa gue nangis. Abis dari gue nangis panjang itu gue tekadin diri gue supaya gue gaboleh nangis lagi gue harus tahan tangis gue dong didepan orangtua gue. Jadi sedikitpun air mata gaada yang keluar. Ketika gue pulang dan langsung kerumah sakit gue ngeliat emak gue matanya merah.. Duh disitu buat gue tambah ambruk! Gimana engga? Ngeliat ayah terguling dan diinfus buat gue jadi inget, selama ini walaupun dia gadeket sama gue tapi ketika dia sakit gini, gue ikutan hancur. Gue hancur sehancur hancurnya. Gue jarang berinteraksi sama dia. Mungkin karena kami orang yang sama, susah buat berinteraksi sama orang yang bukan humoris. Gue gabisa berinteraksi duluan sama orang yang baru gue kenal maupun sudah gue kenal kalo ga orang itu duluan yang mulai. Ini gue dapetin dari kepribadian ayah.
Karena itu gue jarang ngobrol sama dia.
Haah, gue beneran nahan nangis disaat berada dikamar rumah sakit yang dia tempatin. Sampe beberapa harinya gue tiba-tiba nangis sejadi-jadinya di depan Hana, Kekek, dan Yessy. Gue nangis sesenggukan karena dari gue kerumah sakit pertama kali sampe 2harian gue nahan nangis banget! Bayangin coba gimana rasanyaaaa? Sakit....
Ketika tiba di hari ulang tahun gue, gue dapet kejutan dari sahabat tersayang gue Uchi, Yessy, Kirana, Asti, kak Farhan, dan kak Fenty. Dan juga dari anggota Paskib. Gue bahagia.. Gue seneng.. Tapi, gue sedih. Ini pertama kalinya gue ulang tahun dan ayah masuk rumah sakit. Hah, tapi walaupun gitu gue ceritain kejutan-kejutan tersebut ke ayah dan emak gue. Haha seengganya gue bisa berbagi kebahagiaan gue ke mereka biar mereka juga ngerasaain kebahagiaan gue.
Hem setelah ayah sembuh dari sakitnya ayah mulai menjalani aktivitas seperti biasa tapi masih dalam pengawasan.
Tapi, setelah berapa ayah sembuh, ayah diberi cobaan lagi. Ayah sakit lagi, bahkan tambah banyak sampai akhirnya ayah dirujuk buat operasi Kateterisasi Jantung. Dan tanggal 25 juni 2014, ayah berhasil ngejalanin operasi itu.. Setelah dua hari ayah sudah boleh pulang, tubuh ayah semakin gemuk, tapi ayah masih lemes. Dan salutnya lagi ayah bersihkukuh mau sholat disaat keadaannya lagi sakit parah.. Salut({})
Sampai hari ini ayah masih dengan aktivitas tiduran karena kepalanya masih nyut-nyutan katanya. Hem, semoga ayah cepet sembuh. Dihari yang sudah memasukan Bulan Ramadhan ini, gue mau sholat taraweh bareng ayah sama emak gue lagi. Mungkin ditaraweh pertama gabisa bareng mereka soalnya ayah masih pusing.. Tapi gue berharap banget bisa barengan untuk kedepannya..
Hem.. Mungkin itula cerita gue tentang ayah.. Gue bakal berusaha supaya gue ga kecewain ayah dan emak gue.. Gue bakal berusaha jadi anak sesuai harapan mereka, walau gue masih suka badung..

Terima kasih yaAllah.. Engkau sudah memberi cobaan dan rahmat buat keluarga kami.. Aku tau, dari semua cobaan yang Engkau berikan pasti ada hikmahnya.. Dan aku yakin, semua hal yang Engkau berikan kepada kami itu tidak akan sia-sia.

Sabtu, 21 Juni 2014

Pahlawan ke-2 Part I

Hi selamat malam;)
Malam ini gue mau cerita sedikit nih tentang superhero ke dua gue: Ayah.
Hem, kata apa sih yang pertama kali bakal kalian keluarin yang mengartikan bahwa itu ayah kalian? Batmankah? Spidermankah? Atau pak polisikah? Haha kalo gue sih yang pasti dia itu pahlawan gue.
Sebenernya gue sama bokap gak deket-deket amat, larangan dari diapun gabanyak yang dia kasih buat gue. Gue lebih deket sama nyokap soalnya dia yang mau ngurusin dan cerewetin gue walaupun guenya suka badung.
Tapi, walaupun gue gadeket sama ayah, dia itu termasuk orang yang tau detail kehidupan gue dan bahkan mungkin dia lebih tau apa yang gue butuhkan selagi nyokap ngelarang keinginan gue.
Jujur ni ye, gue agak menyesalkan kenapa gue gabisa deket sama bokap? Emang sih bokap tuh cuek, selaw, gabanyak omong. Tapi kalo dia udah gasetuju dengan pendapat kita atau keinginan kita dia itu bakal jadi orang yang paling cerewet sedunia dengan penjelasan sedetail-detailnya alesan dia ga setuju itu. Bokap itu, selalu mendem apa yang dirasain tapi selalu ngasih pendapat buat orang kalo orang itu lagi bingung. Bokap itu pendiem tapi kalo urusan kerja dia adalah orang yang pekerja keras.
Asal lo semua tau, bokap gue bukan orang yang berpendidikan tinggi, bukan juga orang yang punya gelar hebat seperti pejabat dan para dokter. Dan juga bukan orang yang meneruskan warisan orangtuanya dulu.
Bokap itu cuma orang kecil, yang hidup merantau bareng istri dan memulai kehidupan baru dengan melalui banyak kejadian yang mungkin kalo diceritain kembali kita yang anak jaman sekarang susah buat ikut ngerasain bahkan percayapun engga. Bokap itu, orang yang pekerja keras yang mau relain segala waktunya cuma demi istri dan anak-anaknya. Sampai akhirnya anak-anaknya pada sukses, dan tinggallah gue sendirian yang masih menempuh ilmu pendidikan di sekolah menengah atas dan masih suka dikelekin emak gue-_-pokoknya, bokap itu adalah salah satu bukti bahwa apa yang diinginkan setiap manusia itu harus melewati proses dan proses itu harus dibumbui usaha dan doa. Agar rasanya ga hambar harus juga ditambahi rasa manis dan pahitnya kehidupan.
Pengalaman bokap itu adalah motivator gue buat tetep berusaha untuk dapetin apa yang gue inginin. Kalo inget bokap selama dia ngelewatin hidupnya tuh suka salut, terharu, bangga, seneng, kagum, dan juga sedih..
Gue bangga punya bokap yang mau bekerja keras demi keluarganya. Gue salut sama dia walaupun kita gadeket tapi dia itu selalu nurutin apa permintaan gue bahkan yang aneh sekalipun. Gue kagum atas kepribadian dia yang cuek tapi kalo udah peduli tuh rasanya bikin meleleh. Gue terharu walaupun dia sekarang udah sukses penuhin tanggung jawab dia dan bahkan dia itu lebih tinggi derajatnya di mata gue daripada pejabat-pejabat atau yang punya duet banyak karena kerja cuma menggunakan otak doang, bokap itu selalu inget sama Allah o:)
Disaat dia jatuh, terbang, netral, dia itu selalu inget Allah. Dan disitu letak kekaguman, kebanggan, keterharuan gue ngeliat perjuangan bokap selama ini. Allah itu gatidur, dia tau apa aja yang dilakuin hamba-hamba-Nya:') dan dia tau apa balesan buat hamba-Nya yang selalu berusaha:')
Gue juga suka ngerasa sedih, selama ini dia hidup berpuluh-puluh tahun, kerja keras demi keluarganya, dan gapernah ngeluh capek atau sebagiannya. Dia lebih suka mendem alias tidur kalo lagi ngerasain sesuatu dan sayangnya gue baru sadar itu setelah sekian lama gue hidup dengan dia:(
Gue gatau apalagi perasaan yang harus gue tulis disini buat gambarin perasaan gue tentang bokap. Yang pasti gue sayang sama dia:')
Ohya, gue udah ngantuknih.. Ini baru cerita setengahnya ya, nanti gue bakal ceritain tentang ayah yang sekarang ini di post-an ke dua. Oke good night! Seeyou! Nicedream!({})

Untuk tambahan terakhir..
I love you.. Ayah({})