Hai kamu...
Sama seperti dulu, saat kau memutuskan tetap pergi dan aku masih mempertahankan.
Ada ruang kosong yang telah terisi penuh olehmu dihatiku.
Kau tahu? Disaat aku tak terbiasa dengan ketidakhadiranmu dihidupku, aku berjuang mati-matian untuk menahan. Cara ababil kulakukan saat itu untuk menunjukkan kepadamu bahwa aku masih amat sangat menyayangimu. Kau tahu berapa malam aku selalu meneteskan air mataku untuk menahan rasa rindu kepadamu? Rasanya sakit. Amat sangat sakit. Bahkan kurasa kata-kata dan air mataku tak sanggup lagi menggambarkannya.
Kau pergi. Tinggalkan aku sendirian. Aku sangat hancur. Aku berusaha bangkit. Tapi tidak bisa. Berkali-kali aku terjatuh lagi. Karena rasa sayang itu terlalu besar. Membuatku ingin menghilang.
Kau bersamanya. Membuatku lumpuh. Kau tahu aku masih menyayangimu. Tapi kau tetap pergi. Tinggalkan aku sendirian. Kau tidak lagi menghapus air mataku. Kau tidak lagi mengerti aku. Kau tidak lagi menyayangiku. Yang waktu itu kasih sayangmu kau berikan kepadanya. Membuatku sangat terluka.
Sekian lama kuhabiskan waktuku untuk menangisimu. Meratapi kepergianmu, karena aku memang tidak bisa ditinggalkan orang yang paling mengerti aku.
7 bulan kita lewati waktu bersama. Kau tahu semua tentangku, begitupun aku tahu semua tentangmu.
Disaat terakhir, aku egois. Aku mulai memikirkan diriku sendiri, dan itu membuatmu muak.
Lalu kau pergi. Dan tak pernah kembali. Baru kusadari, dirimulah yang paling mengerti aku. Dirimulah yang selalu memperhatikan setiap tindakan kecil yang kulakukan. Kau tahu apa yang kumau. Kau tahu jika aku tidak bisa dibuat marah. Kau tahu aku anak yang manja. Kau tahu semuanya. Tak ada yang bisa menyamaimu sampai sekarang.
Kenapa kau susah sekali dilupakan?
Aku masih ingat ketulusan hatimu, bahkan merasakannya sampai sekarang.
Bodohnya aku, aku baru menyadarinya setelah kau pergi. Setelah kau sudah tak lagi mau kembali, aku baru sadar.. Kau dulu begitu menyayangi aku. Kau beri aku perhatian dan kasih sayang yang penuh. Kau manjakan aku dengan segala kata manismu. Kau tahu apa yang harus kau lakukan disaat aku tak bisa tersenyum kepadamu. Kau tahu cara terbaik membujukku menuruti kata-katamu. Kau tahu... Aaarrggghhh!!!!! Membuka luka lama.
Sekian lama kita tidak bertemu. Berapa tahun? Dua? Tiga? Aku selalu menetapkanmu di ruang kosong itu. Tidak pernah berubah. Aku hanya mengingatmu disaatku tak sengaja melihat foto masa kecilmu. Aku selalu menyibukkan diri dengan bermain. Dengan begitu aku bisa melupakanmu. Dari fikiranku, bukan hatiku.
Bahkan aku sampai menetapkan seseorang lagi dihati ini.
Tapi, kali pertama kita dipertemukan kembali setelah sangat lama tidak bertemu, kau kembali menguasai hatiku. Kau ambil alih fikiranku. Kau membuatku tak henti memandangmu.
Kau yang dulu sangat kusayangi, kau yang dulu mau berbagi kasih sayang denganku. Kini telah mencapai salah satu keinginanmu. Karena keinginanmu inilah kita bertemu kembali. Aku gugup, saat dia memaksaku untuk mendekatimu, tanganku bergetar. Aku selalu memandang arah lain supaya wajah pucat dan kegugupanku tidak terlihat olehmu.
Aku memberi selamat. Aku menatap matamu. Mata nakal yang selalu kau tujukan kepadaku, dulu. Kini aku menatapnya. Kau sudah dewasa sekarang. Kau berbeda sekali dengan yang dulu fi. Dulu kau sangat kekanakan. Tetapi sekarang, setelah aku lihat fotomu di socmed, kukira kau sama saja seperti dulu, ternyata aku salah.
Aku melihatmu seperti seseorang yang diselimuti kedewasaan.
Kau.....
Aku merindukanmu! Sangat merindukanmu. Dan aku berharap, semoga kau tak lihat postingan ini. Biarlah kau tetap ada dalam setiap doaku, fikiran dan hatiku.
Mungkin, aku hanya butuh waktu lagi untuk bangkit (lagi). Aku yakin aku bisa bangkit. Karena aku tahu, sekarang kau sudah bahagia. Dan saatnya sekarang, aku mencari kebahagiaanku sendiri. Terima kasih atas semua pengalaman hidup berharga yang kau bagi bersamaku. Tanpamu mungkin aku tidak bisa belajar untuk dewasa, karena untuk menjalani hidup kedepan kita harus belajar dari masa lalu. Thanks for give me love, hug and smile. Semoga kita bisa seperti dulu, sebelum kita mempunyai hubungan khusus. Missyou!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar